Cari artikel lain

OBLIGASI ORI019

OBLIGASI, apasih obligasi itu?

Teringat oleh Guru SPM saya Pak Agung dulu pernah menjelaskan tentang obligasi pada saat pelajaran Ekonomi. Yang paling saya ingat adalah saya sangat terkantuk-kantuk saat mencoba mendengarkannya. Entah kenapa pelajaran Ekonomi kala SMP benar-benar membosankan. 

Berbeda dengan kali ini saat saya sudah mulai berfikir tentang perencanaan keuangan dalam hidup. Mungkin gara-gara sudah memiliki tanggung jawab keluarga. Saya harus memperhitungkan masa depan keuangan saya dan harus mulai saya susun.

Awalnya saya hanya menabung untuk masa depan, lama-lama setelah mulai belajar sana sini saya mengetahui bahwa dengan menabung uang di Bank sebenarnya kita memberikan pinjaman ke Bank tersebut. Lalu uang tersebut digunakan lagi oleh Bank untuk misalnya kredit kepada konsumen, Konsumen membayar bunga kepada Bank. Dan kita “pemberi pinjaman ke Bank” juga mendapatkan bunga, tp biasanya kecil dan masih dipotong biaya-biaya lainnya.

Lalu saya berfikir “Wah rugi dong kalau nabung, dapat bunga sendikit, kena potongan biaya-biaya, masih terkena ancaman inflasi”

Disini saya mulai mengenal instrumen keuangan lainnya, misalnya yang dulu awal saya “menyelamatkan” nilai tabungan saya adaah Emas.

Saya mengenal tabungan emas di pegadaian dengan slogan di banner pinggir-pinggir jalan Rp. 5.000,- beli emas. Sangat menggiurkan dengan kondisi financial dompet saya. Wah, punya duit Rp. 5.000,0 saja sudah bisa beli emas.

Lalu lama-lama saya mengenal tentang reksadana, obligasi, trading dan saham.

Kali ini saya menulis tentang obligasi karena tanggal 25 Januari 2021 kemarin Kemenkeu mengeluarkan Obligasi ORI019 di pasar perdana. Jadi masyarakant bisa membelinya.

Melihat dari wikipedia, OBLIGASI adalah :

Obligasi adalah surat berharga atau sertifikat yang berisi perjanjian antara perusahaan emiten sebagai peminjam dana dengan investor sebagai pemberi dana. Penerbit obligasi wajib membayarkan bunga secara rutin serta melunasi pokok pinjaman saat jatuh tempo.

Dan dengan ORI019 ini kita masyarakat sudah bisa berpartisipasi untuk membelinya, dengan harga minimum Rp. 1000.000,-

Dalam sebuah usaha pasti ada resiko, dan OBLIGASI ini pastilah juga ada resikonya, untuk resiko ORI019 ini saya mengutip dari bareksa, seperti ini isinya :

1. Risiko gagal bayar (default risk) yaitu risiko di mana investor tidak dapat memperoleh pembayaran dana yang dijanjikan oleh penerbit pada saat produk investasi jatuh tempo kupon dan pokok.

Mitigasi risiko: mengenai risiko pertama ini, ORI tidak mempunyai risiko gagal bayar mengingat berdasarkan Undang-Undang SUN,negara menjamin pembayaran kupon dan pokok SUN, termasuk ORI019 sampai dengan jatuh tempo, yang dananya disediakan dalam APBN setiap tahunnya.
 

2. Risiko pasar (market risk) yaitu potensi kerugian (capital loss) bagi investor akibat faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keseluruhan dari pasar keuangan, antara lain perubahan suku bunga, perubahan fundamental ekonomi, dan kondisi politik yang tidak stabil.

Kementerian Keuangan menyebutkan kerugian (capital loss) dapat terjadi apabila investor menjual ORI di Pasar Sekunder sebelum jatuh tempo pada harga jual yang lebih rendah dari harga belinya. Nah, risiko pasar dalam investasi ORI dapat dimitigasi antara lain dengan:

Mitifgasi risiko : 
 

- Investor tidak menjual ORI sampai dengan jatuh tempo dan hanya menjual ORI jika harga jual (pasar) lebih tinggi daripada harga beli setelah dikurangi biaya transaksi. Pada saat harga pasar turun, Investor tetap mendapat kupon setiap bulan sampai jatuhtempo. Investor tetap menerima pelunasan pokok sebesar 100 persenketika ORI jatuh tempo.

- Investor dapat menjaminkan ORI dalam pengajuan pinjaman ke bank umum, lembaga keuangan lainnya, sebagai jaminan dalam transaksi Efek di pasar modal, atau dijual kepada Mitra Distribusi. Ketentuan dan persyaratan berkaitan dengan penggunaan ORI sebagai jaminan/agunan tersebut tergantung pada kebijakan masing-masing bank dan lembaga keuangan lainnya.

3. Risiko likuiditas (liquidity risk), yaitu risiko di mana investor tidak dapat menjual/ mencairkan produk investasi dalam waktu yang cepat pada harga yang wajar. Hanya saja, risiko likuiditas dapat terjadi apabila investor membutuhkan dana dalam waktu cepat akan tetapi ORI tidak dapat dijual pada harga yang wajar.
 

Mitigasi risiki : risiko ketiga ini dapat dihindari karena ORI dapat dijadikan sebagai jaminan dalam pengajuan pinjaman ke bank umum, lembaga keuangan lainnya, sebagai jaminan dalam transaksi efek di pasar modal, atau dijual kepada mitra distribusi.

Jadi bagaimana? akankah anda juga membeli obligasi?

 

ORI019
PULIHKAN NEGERI, BANGKITKAN INVESTASI

 

Pandemi telah membawa banyak perubahan dan dampak pada berbagai aspek kehidupan. Saat ini, fokus kebijakan Pemerintah di bidang kesehatan selain usaha penanggulangan Covid-19 adalah penyiapan vaksinasi. Pandemi juga berdampak pada perekonomian dunia sehingga terjadi resesi secara global, termasuk di Indonesia. Namun di tengah pandemi ini, masyarakat masih memiliki pilihan untuk menyiapkan dirinya di masa depan dengan cara berinvestasi. Beberapa investasi yang dapat dilakukan yaitu investasi keuangan dan investasi diri. ORI019 merupakan instrumen keuangan yang tepat untuk memulai investasi.

Mengapa ORI019?

ORI019 adalah pilihan instrumen investasi yang:

AMAN, karena dijamin Negara
TERJANGKAU, cukup dengan Rp1 juta
MUDAH, dapat dipesan melalui sistem online
MENGUNTUNGKAN, kupon lebih tinggi dari rata-rata tingkat bunga deposito bank BUMN
Menjadi wujud PERAN AKTIF dalam MEMBANGUN NEGERI dananya akan dipakai untuk mendukung pembiayaan APBN termasuk pembiayaan dalam rangka penanganan dan pemulihan dampak Covid-19.

CARANYA?

Klik tautan ini ➡ http://www.kemenkeu.go.id/ori dan baca informasi di laman tersebut

Pilih dan klik salah satu logo Mitra Distribusi (Midis) di tautan di atas

Lakukan proses registrasi dan pemesanan di aplikasi Midis yang Anda pilih

Pembayaran dapat dilakukan di 89 kanal pembayaran (Bank/Pos/Lembaga Persepsi) yang ditunjuk Pemerintah, termasuk PT Pos Indonesia dan 4 Lembaga Persepsi yaitu Tokopedia, Bukalapak, Finnet, dan Pajakku.

KAPAN?

Registrasi: dapat dilakukan sekarang juga!

Pemesanan: tanggal 25 Januari 2021 – 18 Februari 2021

 

STRUKTUR SINGKAT ORI019

• Pembelian minimum Rp1 juta dan maksimum Rp3 miliar

• Jenis kupon tetap (fixed) sebesar 5,57% per tahun dan dibayar bulanan

• Jangka waktu 3 tahun, jatuh tempo 15 Februari 2024

• Dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah tanggal 15 April 2021

• Pajak 15% atas kupon dan capital gain

 

Jadi, tunggu apalagi, yuk registrasi sekarang juga!

ORI019, #InvestasiNegeriku

---

Sumber :

  1. https://www.kemenkeu.go.id/ori
  2. https://www.bareksa.com/berita/sbn/2021-01-25/ini-tiga-risiko-investasi-ori019-dan-cara-memitigasinya
  3. Email promo dari kemenkeu

Catatan ini tidak berafiliasi dengan pihak lain. Saya mengutip dari wikipedia dan Bareksa sebagai sumber kutipan. Saat ini saya bukan user bareksa, adapun saya membeli obligasi saat ini saya menggunakan WELMA BCA.

Jadi, instrumen keuangan seperti apa yang anda miliki?


Kategori POST
I build this blog using BootstrapMade Template